Pages

Selasa, 06 Juli 2010

Rahasia Ilahi : Kisah Gadis yang Mati Suri 2 Jam, Setelah Sadar Hafal Al-Quran 30 Juz

Fenomena, Islami :
Masyarakat Bengkalis
dihebohkan dengan
meninggalnya seorang
gadis bernama Azlina (25)
saat berobat di Mahkota
Medical Center, Melaka,
namun setelah dua jam
tak bernafas ia akhirnya
hidup kembali.
Apa saja kisah yang
dialami Azlina saat ia mati
suri? Cerita mati surinya
warga Desa Pematang
Duku, Kecamatan
Bengkalis benar-benar
menjadi pembicaraan
hangat, bahkan berita ini
sampai ke Pakning dan
kecamatan lainnya.
Berbagai versi kematian
pegawai honor
Disperindag Pemkab
Bengkalis inipun muncul.
Bahkan masyarakatpun
berbondong-bondong
mendatangai
kediamannya. Tak hanya
warga, pejabatpun tak
luput ingin tahu cerita
pasti. Bahkan kemarin Ny
Fauziah Syamsurizal
datang ke rumah Azlina
yang akrab di panggil Iin
itu.
Sri Junjungan Televisi
(SJTV) milik Pemkab
Bengkalis menayangkan
siaran langsung
wawancara dengan Iin,
ada keanehan yang
terjadi. Saat itulah
kepercayaan Riau Pos dan
rekan-rekan media lainnya
timbul akan kebenarannya
cerita mati suri ini.
Keanehan yang dimaksud
adalah, ketika siaran
langsung yang juga
disaksikan oleh
masyarakat lewat layar
monitor yang dipasang
SJTV itu usai. Para kru
kemudian mematikan
semua LCD yang ada.
Namun anehnya LCD
tersebut tak mau mati,
justru muncul di layar
monitor sesosok tubuh
berpostur besar seperti
laki-laki.
Kendati gambar yang
muncul sedikit samar,
namun jelas terlihat sosok
itu berambut panjang dan
bertanduk. Namun
wajahnya tak kelihatan.
Para wartawan yang hadir
di ruang itu pada
ketakutan. Namun sempat
mengambil foto sosok itu.
Kru SJTV ada yang
menggigil dan menangis.
Foto itu diperlihatkan
kepada Iin, yang waktu itu
masih berada di areal
SJTV. Ia mengatakan jika
sosok itu adalah jin dan ia
meminta agar foto yang
diambil tersebut untuk
dihapus saja. Namun Riau
Pos yang turut sempat
mengabadikan gambar
itu, ketika satu jam
berikutnya hendak melihat
lagi, ternyata foto itu
terhapus sendiri.
Meninggal Dua Jam
Azlina adalah seorang
anak yatim dari keluarga
kurang mampu. 3 tahun
belakangan ia menderit
penyakit kelenjar
hiperteroid (gondok).
Kendati penyakit yang
dideritanya sudah akut,
Azlina hanya bisa pasrah,
karena ketidakadaaan
biaya berobat. Namun
pada Kamis, 24 Agusutus
2006 lalu, atas
kesepakatan sanak
keluarga, Azlina dibawa
berobat ke Mahkota
Medical Centre (MMC)
Melaka.
Esok paginya, dokter MMC
memeriksa Azlina. Satu-
satunya jalan untuk
penyembuhan adalah
dengan jalan operasi.
Namun dokter
mengatakan pula jika
operasi baru dilakukan 3
bulan mendatang,
mengingat tekanan
darahnya cukup tinggi.
Usai diperiksa, rupanya
kondisi Azlina makin
menurun. Sektar pukul
02.00 waktu setempat,
alat detak jantung yang
ada di layar monitor
sudah menunjukkan garis
lurus, yang berarti
jantungnya sudah tak
berdetak lagi. Paman
Azlina, Rustam Effendi
yang turut
mendampinginya sudah
pasrah, jika ponakan
sudah meninggal. Namun
saat ia menanyakan pada
dokter apakah Azlina
benar-benar sudah
meninggal, dokter hanya
diam. Namun terus saja
melakukan berbagai
upaya termasuk
memasang alat pacu
jantung.
Kendati sudah tak
bernafas, dokter tetap
belum mau memberikan
pernyataan Azlina
meninggal. Dan selama 2
jam terus-menerus
melakukan pacu jantung.
Ajaib, tiba-tiba jantung
Azlina berdetak, kendati
lemah. Dokterpun buru-
buru membawanya ke
ruang ICCU. Selama 2 hari
ia di ruang ICCU dalam
keadaan koma.
Setelah mendapat
perawatan yang intensif,
kondisi Azlina berangsur-
angsur pulih. Dan karena
belum bisa dioperasi,
keluarganya pun
membawanya pulang ke
Bengkalis.
Jumpa Alam Barzah
Riau Pos memang tak
tahu persis, apakah
kondisi seperti itu bisa
dikatakan dengan mati
suri. Namun ada cerita di
balik tak bernafasnya
Azlina selama 2 jam dan
koma selama dua hari itu.
Jika disimak benar-benar
cerita yang terkesan
memang tidak dikarang-
karang oleh Azlina itu,
setidaknya menyadarkan
kita akan alam lain yang
bakal kita jalani kelak.
Menurut Azlina, ia sangat
merasakan saat
nyawanya dicabut dari
kaki kanan, sakitnya
seperti badan dikuliti.
Ketika arwahnya sudah
berada di alam lain, ia
melihat jasadnya dan
pamannya serta dokter di
ruang Rumah Sakit. Tak
lama setelah itu ia
kemudian dibawa oleh
dua malaikat. Kepada
malaikat, Azlina minta
ingin bertemu dengan
ayahnya.
Atas permintaan Azlina
itu, ia kemudian
dipertemukan dengan
seorang laki-laki muda
berparas ganteng seusia
17 tahun. Kepadanya
dikatakan kalau pria itu
adalah ayahnya. ‘’Saya tak
percaya karena waktu
meninggal ayah saya
berumur 54 tahun, tapi
melaikat mengatakan jika
itu adalah ayah saya,’’
cerita Azlina.
Pada pertemuan di alam

Sumber : wihans

3 komentar:

  1. Subhanallah'',,, laahauulaa walaa quwwata illa billahil 'aliyil'azim
    mdah2n itu bnar adanya..mdh2n bg pmbca. Artikel ini bs sdar dan mngsrti allah dan rasulnya.shingga mngrti,btpa pntingnya peran allah dan rasulnya..amin

    BalasHapus